Posts Tagged ‘descartes’

Cogito Ergo Scribo Ergo Sum

Cogito ergo sum. Aku berpikir, maka aku ada.

Falsafah itu dikemukakan oleh Rene Descartes, seorang filsuf Perancis, awal abad ke-17 Masehi. Dalam berbagai literatur berbahasa Latin, ia dikenal sebagai Renatus Cartesius. Selain mendalami filsafat, ia juga seorang matematikawan. Sistem koordinat Cartesius, yang sampai sekarang masih dipelajari di sekolah menengah, adalah salah satu pengembangan di bidang matematika yang ia lakukan.

Cogito ergo sum. Sebenarnya, ungkapan itu berbunyi lengkap: dubito ergo cogito ergo sum. Aku ragu, maka aku berpikir, maka aku ada. Karena memang, awal dari tercetusnya kalimat yang sekarang terkenal di seantero jagat itu adalah saat Descartes mulai meragukan segala sesuatunya. Ia meragukan keberadaan benda-benda, bahkan ia meragukan keberadaan dirinya sendiri. Ia ragu, maka ia berpikir. Semakin keras ia berpikir, ternyata ia tidak menjadi semakin yakin. Tetap tidak ada yang pasti. Satu-satunya yang pasti adalah kenyataan bahwa ia terus berpikir. Ia berpikir, maka ia ada.

Pikiran adalah elemen vital dari kehidupan. Tanpa berpikir, manusia mati. Orang dengan penyakit jantung masih dapat dibantu dengan transplantasi jantung, begitu pula dengan organ-organ lain seperti ginjal, hati, ataupun paru-paru. Tetapi otak? Transplantasi otak? Cangkok otak? Seperti orang yang mengalami kerusakan batang otak. Ia hidup, jantungnya masih berdenyut, tetapi otaknya tidak lagi berfungsi. Ia tidak bisa melakukan hal-hal yang dikontrol oleh kesadaran seperti berjalan, berbicara, membaca, menulis, berpikir. Seolah hanya tinggal menunggu mati.

Namun, sekedar berpikir belum cukup sebagai syarat untuk eksistensi diri. Ada hal lain yang tak kalah penting untuk menjadi ’ada’. Menulis.

Continue reading

Advertisements