SMS Menyebalkan

Akhir-akhir ini, aku sering mengabaikan SMS dari beberapa nomor tertentu. Maaf saja, tapi aku sangat tidak suka SMS yang diakhiri dengan kata ‘bales’ dan sejenisnya. Apalagi kalau ditambah menjadi ‘bales kilat’, ‘bales ASAP’ dan sebagainya. Apalagi kalau misalnya tidak kubalas, lalu dia kirim lagi SMS yang sama, berkali-kali. Huh, itu menyebalkan, tahu.

Memangnya dia pikir kerjaanku hanya membalas SMS dia saja? Memangnya dia pikir aku selalu ada pulsa setiap saat? Atau kalaupun ada pulsa, memangnya dia pikir SMS dia –yang terkadang tidak penting itu– cukup berharga untuk dibalas secepatnya? Benar-benar menyebalkan.

Yeah, kalimat minta balasan itu sungguh membuatku kehilangan minat untuk membalas SMS-nya. Seharusnya ya sudah, tunggu saja dibalas, tidak usah ngotot seperti itu. Kalau memang itu penting sekali –bagi dia–, ada kan cara lain yang lebih cepat dan tak perlu repot minta balasan, namanya T E L E P O N.

Ah, kok aku jadi nyinyir begini. Maaf ya, habis sebal.

Advertisements

One response to this post.

  1. […] Nah, ini adalah implikasinya. Pemakaian internet lewat HP yang intens menyedot banyak pulsa, sedang jatah pulsaku tidak bertambah setiap bulannya. Maka, harus ada pos lain yang dikurangi. Pilihanku jatuh pada: SMS. Huahaha.. *devil’s laugh. Terutama SMS-SMS tidak penting yang juga sudah pernah kusebal-sebalkan di sini. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: