Terbawa Mimpi ke Dunia Fiksi

Kalau sesuatu di kehidupan nyata –seperti keluarga, teman, atau sekolah– masuk ke mimpi kita, itu memang hal yang biasa terjadi, karena memang sehari-hari kita bergaul dengan kehidupan nyata tersebut. Tapi kalau sesuatu yang fiksi terbawa sampai ke mimpi dalam tidur kita, wajarkah?

Sampai hari ini, ada tiga hal fiksi yang pernah terbawa masuk ke dalam mimpiku. Satu untuk film, satu untuk novel, dan satu untuk game. Captain Tsubasa, Deception Point, dan Phoenix Wright Ace Attorney Series (Gyakuten Saiban). Yang masuk ke dalam mimpiku tidak hanya karakter-karakternya, tapi juga jalan cerita dan kondisi di sana. Mungkin lebih tepat kalau dibilang, justru aku yang masuk ke dalam dunia fiksi tersebut.


Captain Tsubasa
Oh oke, jangan tertawa. Dulu, aku penggemar berat anime yang diputar di TV7 ini. Tidak pernah ketinggalan satu episode pun. Kalau tidak salah, itu ketika aku kelas 4-5 SD, ±7 tahun yang lalu. Karakter favoritku adalah Genzo Wakabayashi. Yang masuk ke dalam mimpiku adalah bagian saat ada satu tendangan yang tidak hanya menjebol gawang Wakabayashi, tapi juga menghancurkan tangannya, dan aku masuk ke dalam tim menggantikan posisinya sebagai kiper.

 

Decetion Point
Aku paling suka buku Dan Brown yang ini, entah kenapa. Padahal sih, karena aku sudah membaca The Da Vinci Code, Digital Fortress, dan Angels and Demons sebelumnya sehingga aku mulai bisa mengenali pola-pola plot karya Dan Brown, aku sudah dapat menebak pelakunya di pertengahan cerita. Tapi ada satu hal istimewa yang sulit dijelaskan di dalam Deception Point ini. Bagian yang masuk ke dalam mimpiku adalah saat Corky, Mike Tolland, dan Rachel terjebak di antara hiu-hiu kelaparan, yang dapat mencium bau setitik saja darah dari jarak bermeter-meter jauhnya.

 

Phoenix Wright Ace Attorney Series (Gyakuten Saiban)
Sumpah, game ini KEREN ABIS! Aku belum pernah kecanduan dan tergila-gila main game separah ini! Game ini terdiri dari empat seri, tapi yang tokoh utamanya Phoenix Wright ada tiga seri: Phoenix Wright: Ace Attorney, Phonix Wright: Justice for All, dan Phoenix Wright: Trials and Tribulations. Setiap seri terdiri dari 4-5 kasus yang harus diselesaikan. Yang paling menarik dan luar biasa dari game ini adalah, dari seri pertama sampai ketiga, semuanya berhubungan, membentuk satu cerita yang utuh dan padu. Bener-bener serasa novel dengan alur yang mengejutkan dan ending tak terduga. Di dalam mimpiku, aku menggantikan Wright sebagai defense attorney untuk kasus terakhir, kasus penutup dari ‘novel’ ini, Bridge to the Turnabout. Nanti deh, kapan-kapan aku bikin review yang lebih lengkap tentang game ini.

Advertisements

2 responses to this post.

  1. Posted by dunkelbells on June 17, 2009 at 8:46 PM

    hahaha, entah deh wajar apa ga, kayaknya masih wajar deh, hehe. kalo bellys mah tidur terlalalu nyenyak jadi ga mimpi apa2.

    captain tsubasa: weh, berarti kak salsa tuh wakashimatsu ya?? kan yang gantiin wakabayashi tu wakashimatsu (kalo ga salah, bellys juga uda lupa2 inget).

    deception point: entah knp buku2 dan brown ga ada yg nempel lama di otak bellys, mungkin gara2 bacanya pas masih SMP, jadi ga gitu ngerti.

    Phoenix Wright : hehehe, bellys juga punya game nya, sayang banget game nya ke hapus gara2 laptop bellys di format, dan sayangnya lagi, bellys mainin game itu pake walktrough nya jadi ga ngerasa menegangkan.

  2. Posted by sabilbul on June 19, 2009 at 7:24 AM

    Phoenix Wright: aku kalo udah mentok banget sampe frustasi baru liat walktrough-nya. Itu pun cuma sekilas, soalnya aku ngerasa bersalah gitu kalo menangin kasus dengan cara ‘curang’. haha… *lebay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: