Terpesona Merapi

Kali pertama aku melihat Merapi adalah sekitar dua minggu yang lalu, dalam perjalanan pulang setelah pra-registrasi UGM. Dan aku terpesona. Jatuh cinta. Pada pandangan pertama. Begitu saja.

Awalnya adalah kalimat bapakku, “Tuh mbak, di sebelah kanan, Merapi.” Aku menoleh. Mulanya tak terlihat, terhalang bangunan dan awan-awan. Perlahan-lahan, gunung yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah itu menampakkan sosoknya. Menjulang angkuh, sempurna. Sukses membuatku tak mampu berkata-kata.

Satu hal yang paling membuatku terpesona adalah wujud segitiganya yang benar-benar segitiga. Berbeda dengan gunung-gunung di Jawa Barat –yang sering kulihat di jalan arah Bandung atau Bogor– yang cenderung melandai di sisi-sisinya, Merapi menonjolkan diri dengan garis-garis sisi yang tegas dan lebih tegak.
Coba Bandingkan:

Gunung Merapi

Gunung Merapi


Gunung Salak

Gunung Salak

Kakekku mulai bercerita. Pada zaman kejayaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, masyarakat percaya ada garis imajiner lurus menghubungkan Merapi, Tugu Pal Putih, Keraton, dan Laut Kidul. Merapi di utara dan Laut Kidul di selatan, dianggap sebagai pengawal Keraton, sementara Tugu Pal Putih sebagai representasi kedekatan manusia dengan penciptanya. Sultan Hamengkubuwono I setiap sore duduk di singgasananya dan mengamati Merapi dari sana. Saat itu, bangunan-bangunan tinggi yang menghalangi pandangan belum ada tentunya.

Sebagai gunung api yang masih aktif, ancaman erupsi Merapi terasa sangat nyata. Tak hanya letusannya, awan panas Merapi –wedhus gembel– juga dapat memanggang gosong manusia. Namun warga di sekitar Merapi justru menganggap letusan Merapi sebagai berkah. Berton-ton pasir yang dimuntahkan dari perut bumi dalam sekali letusan, juga abu vulkanik yang menyuburkan tanaman. Menakjubkan.

Yeah, Merapi benar-benar berhasil memprovokasiku untuk menginjakkan kaki di puncaknya, suatu hari nanti!

Advertisements

3 responses to this post.

  1. Posted by dunkelbells on June 17, 2009 at 8:21 PM

    weh, waktu kejogja iseng2 sama temen2 juga bellys ke merapi.. tapi cuma ke wisata lavanya. sayangnya merapinya ga keliatan jelas. cuma ngeliatin bekas alur lavanya aja keren bgt, ga rugi deh cape2 naik.

  2. tempat wisata lavanya itu belum sampe atas ya?
    pengen naik pengen naik pengen naik.
    ntar lah pas udah kuliah di sana

  3. Posted by dunkelbells on June 17, 2009 at 8:50 PM

    blm kak, masih jauh atasnya mah. cieeeeee, enak ya yg ntar bisa sering2 ke merapi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: