Golput, Benar-Benar Mencoblos Putih

Popularitas golput mendekati Pemilu Legislatif 2009 terus meroket. Banyak faktor penyebabnya, tapi aku tidak ingin membahas hal tersebut dalam tulisan kali ini. Tulisan ini akan menceritakan sejarah singkat dan asal-usul nama golput.

Meski wacana golput semakin sering didengungkan, tidak banyak yang mengetahui latar belakang kemunculannya. Begitu pun aku, sampai ujian praktik –kata yang baku praktik, bukan praktek– bahasa Indonesia beberapa waktu lalu. Tema yang kupilih untuk ujian praktik tersebut adalah golput. Pilihan tema itulah yang membuatku menelusuri dan akhirnya mengetahui cerita di balik golput.

Istilah golongan putih muncul pertama kali menjelang Pemilu 1971. Kala itu, rezim yang berkuasa memanfaatkan militer untuk menekan rakyat agar memilih satu partai tertentu, suatu tindakan yang jelas bertentangan dengan prinsip bebas dalam LUBER JURDIL. Sebagai bentuk protes, Arief Budiman dan kawan-kawan mengajak masyarakat memilih golput. Mereka tetap datang ke tempat pemungutan suara, tetapi tidak mencoblos lambang partai melainkan bagian putih di sampingnya, sehingga surat suara dihitung tidak sah.

Sekarang, golput diaplikasikan dengan berbagai cara. Tapi, saranku sih, kalau mau golput lebih baik kembalikan golput ke bentuknya semula. Tetap datang ke TPS, tapi contreng bagian putihnya. Hal itu juga untuk menghindari penyalahgunaan jatah surat suara pe-golput oleh orang-orang yang tidak berwenang.

Aku menulis seperti ini bukan berarti mendukung golput. Aku sendiri lebih memilih menggunakan hak suaraku. Bagiku, orang yang golput adalah orang yang tidak ingin ikut bertanggung jawab atas konsekuensi dari pilihannya. Kalau aku berniat golput, akan muncul suara di kepalaku yang berkata: jika Indonesia maju karena pemimpin hasil Pemilu ini, tidakkah aku menyesal karena tak ikut berpartisipasi di sana? Jika pun Indonesia runtuh karena pemimpin hasil Pemilu kali ini, tidakkah aku malu karena telah mengabaikannya?

Advertisements

2 responses to this post.

  1. Kalo calegnya nggak ada yg beres, mau gimana lagi?
    Aku emang blm milih tahun ini, tapi kalo misalnya aku milih, hampir bisa dipastikan aku bakal golput. Tapi cuma utk pemilu caleg. Kalo presiden, aku milih. Karena presiden lebih penting daripada caleg…

  2. Posted by sabilbul on April 10, 2009 at 6:12 AM

    Ya itu mah terserah, pilihan masing-masing orang.
    Tp kalo mau golput mendingan ikutin saranku di atas..:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: