Per Detik – Darren Shan Fanfiction

Timeline: DS 9, sesaat sebelum Mr. Crepsley mati
POV: Larten Crepsley
Disclaimer: Mr. Crepsley, Darren, Steve Leonard, dan semua karakter di sini adalah milik Darren O’Shaughnessy

P.S.: Fanfic ini pernah dipost di forum Darren Shan Indonesia,

Per Detik

“Dan kau tak perlu melakukannya lagi,” sahutku pelan. Aku menatap Daren, menatap Vancha, lalu menatap Darren lagi, kemudian ke langit-langit. Tatapanku menembus lapisan batu, beton, dan tanah di permukaan, ke langit di atas sana. “Dewa-dewa Vampir!” teriakku. “Bahkan dalam kematian, semoga aku tetap berjaya!”

Seiring dengan teriakanku yang bergema di dinding-dinding gua, aku melepas pegangan pada rantai yang menahan bobot tubuhku. Dan aku melayang, jatuh.

Seperseribu detik. Seperti kilas balik, aku melihat kelebatan perjalanan hidupku. Aku melihat diriku berdiri di panggung Cirque du Freak bersama laba-laba beracunku, Madam Octa. Atraksi kami menyedot perhatian segenap penonton, termasuk dua anak laki-laki yang kemudian terseret dalam arus takdir vampir dan vampaneze. Aku melihat Leonard, memintaku mengalirkan darah vampir padanya. Sejak itulah aku tahu dia jahat. Aku tahu. Aku melihat Darren Shan, asistenku, ah bukan, sahabatku. Orang yang rela kehilangan kehidupan ‘normal’nya demi menyelamatkan sahabatnya, betapapun tidak tahu diri orang yang ditolongnya itu.

Seperseratus detik. Aku mengenang kembali pertarunganku tadi. Penguasa Vamapaneze. Awalnya aku terkejut saat pertama kali ia membuka tudungnya, melihat betapa biasanya ia. Selama ini aku membayangkan seorang dengan aura yang membuat setiap orang tahu kalau dia jahat, seorang yang matanya nyalang berapi-api memancarkan sinar kelicikan. Yeah, setidaknya seperti Steve Leonard. Tetapi, orang tidak bisa dinilai dari penampilannya kan? Setidaknya aku lega. Aku telah mengalahkan Penguasa Vampaneze, meski nyawaku sendiri yang jadi tebusannya.

Sepersepuluh detik. Aku melihat wanita angkasa itu. Anggun dan perkasa. Wanita yang selalu membuatku tersenyum ketika mengingatnya -sekalipun itu senyum pedih ketika yang muncul adalah kenangan kematiannya. Arra Sails. Aku mendengarnya menyebut namaku lembut, perlahan. Larten…

Sepersatu detik. Aku memejamkan mata. Bibirku melengkung senyum. Pancang-pancang berujung besi di bawah sana menyambutku.

 

A/N:

Karena kasian ngeliat blog WordPress-ku kosong, akhirnya fanfic yang pernah dipost di forum DSI ini aku post lagi di sini. Bagi yang belum tau, Darren Shan adalah cerita petualangan seorang bocah setengah vampir bernama Darren Shan yang jaaaauuuuh lebih seru dan menegangkan daripada tetralogi Twilight (subyektif bgt :D). Untuk lebih jelas, baca aja bukunya langsung dan jangan lupa gabung di Forum Darren Shan Indonesia!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: