30
Oct
Posted by sabilbul in Uncategorized. Tagged: perjalanan. Leave a Comment
Saya pernah beberapa kali mengajak beberapa teman untuk berjalan-jalan ke suatu tempat, dan ditanggapi dengan skeptis seperti ini:
“Ah, emang nanti di sana mau ngapain?”
“Ya jalan-jalan, foto-foto.”
“Males ah, udah capek-capek sampe sana cuma foto-foto doang.”
Pernah juga suatu kali saya dan beberapa orang teman melakukan perjalanan panjang yang cukup melelahkan ke suatu tempat. Sampai di sana, salah seorang dari mereka hanya berkomentar, “Cuma begini doang? Ah sia-sia amat perjalanan susah-susah cuma kayak gini aja.”
Oh boi, saya langsung berpikir, sepertinya saya mengajak orang yang salah.
Bagi saya, jalan-jalan bukan hanya sekedar sampai ke tempat tujuan, melakukan suatu kegiatan di sana, lalu pulang. Jalan-jalan bagi saya adalah keseluruhan cerita, mulai dari perjalanan berangkat, di tempat tujuan, dan perjalanan pulang. Bahkan terkadang, saat saya begitu menikmati suatu perjalanan, destinasi tak lagi menjadi soal.
Selalu ada kenikmatan tersendiri dalam perjalanan. Saya menikmati belaian angin yang menyelusup dari bukaan jendela kendaraan. Saya menikmati pemandangan yang terhampar di sepanjang perjalanan, juga berbagai fenomena sosial yang tertangkap begitu saja oleh kedua mata saya dalam perjalanan. Saya menikmati sensasi perjalanan yang berkelok naik-turun, kadang mulus meski sering juga melewati jalan rusak atau berbatu. Saya menikmati saat-saat berdiri dalam bus, menikmati saat-saat menanti kondektur dengan tegang sambil bertanya-tanya seberapa mahal ongkosnya. Saya menikmati derap langkah yang mulai tertatih kelelahan, dan kenikmatan luar biasa saat bisa istirahat sejenak. Saya menikmati sengatan matahari yang seolah membakar ubun-ubun kepala, dan saat-saat menenggak beberapa tetes air yang serasa mata air dari surga. Saya menikmati saat gairah petualang membanjiri sekujur tubuh, mengalir deras di urat saraf dan pembuluh darah. Saya menikmati berbagai cerita yang terjadi dalam perjalanan.
Continue reading
13
Oct
Posted by sabilbul in Uncategorized. Tagged: jalan-jalan, pantai baron, pantai kukup, petualangan. Leave a Comment
Oke, perjalanan ini memang perjalanan nekat. Didasari oleh kenekatan, penuh hal-hal nekat, dan diakhiri dengan kenekatan pula.
Awalnya adalah tanpa rencana. Hanya sekedar ingin ‘melarikan diri’ sejenak. Berbekal secuil informasi dari internet, Senin itu, selepas kuliah bahasa Inggris, aku berdua dengan seorang teman sejurusanku, nekat langsung jalan saja.
Kami memang ‘anak bus’. Maka perjalanan hari itu juga kami tempuh dengan bus. Bus jalur 4 UGM-Ring Road Selatan, lanjut bus Jogja-Wonosari sampai terminal Wonosari. Keluar dari terminal, di pinggir jalan ada angkudes (angkutan desa) bertuliskan Wonosari-Baron. Begitulah rute angkutan umum kami hari itu menuju Pantai Baron, satu pantai di daerah Gunung Kidul yang dijangkau kendaraan umum.
Perjalanan tiga jam lebih itu bukan perjalanan yang mudah. Melintasi Gunung Kidul berarti melewati jalan yang berkelok-kelok naik-turun. Bagi yang tidak terbiasa dan memiliki kecenderungan mabuk darat, bisa pusing dan mual. Tapi sungguh, perjalanan panjang itu benar-benar tidak sia-sia.
Tepat tengah hari, pukul 12 siang, kami menginjakkan kaki di pelataran parkir bus Pantai Baron. Semilir angin menguarkan aroma laut yang segera saja memenuhi indera penciuman kami. Tujuan pertama kami, yang memang belum sempat sarapan pagi, tentu saja: warung makan!
Usai makan, kami mengganti sepatu dengan sandal jepit yang sudah dibawa dari kosan (tentu tidak mungkin aku masuk kuliah mengenakan sandal jepit) dan berlari-lari kecil menuju muara sungai yang memang berakhir di Laut Selatan bagian pantai ini. Yang unik, sungai yang bermuara di sini adalah sungai bawah tanah, yang mengalir dari celah-celah gua bawah tanah. Di sisi-sisi seberang sungai, ada ceruk-ceruk kecil yang terletak sedikit lebih tinggi dari permukaan sungai saat itu –entah saat pasang tengah malam– sehingga daratan di bawah ceruk-ceruk itu terlihat seperi pulau terisolir. Untuk mencapai ceruk-ceruk itu, kami harus menyeberang melintang melawan arus sungai yang lumayan deras, cukup deras untuk membuatku tidak bisa bergerak lurus, harus berjalan dengan kemiringan entah berapa derajat. Usaha melawan tarikan arus itu terbayar dengan pemandangan bebatuan mineral warna-warni yang mengeras di dalam ceruk. Indah sekali.
Continue reading
24
Sep
Posted by sabilbul in Uncategorized. Tagged: bergerak, imam syafi'i, negeri 5 menara, perjalanan, refleksi. Leave a Comment
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan mendapatkan pengganti kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jik mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa saat masih di dalam hutan
-Imam Syafi’i-
dikutip dari buku Negeri 5 Menara, dengan sedikit perubahan
11
Sep
Posted by sabilbul in Uncategorized. Tagged: cerita, note FB, refleksi. 2 Comments
Ada cerita bagus nih, dari note di Facebook seorang teman.
***
Ada sebuah perusahaan besar yang sedang mencari karyawan. Dalam tes tertulisnya, mereka hanya memberikan satu kasus untuk dijawab:
“Anda sedang mengendarai motor di tengah malam gelap gulita dan hujan lebat di sebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena bencana banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan 1 buah bis yang saat ini juga sedang mengangkut orang-orang ke kota terdekat. Saat itu juga Anda melewati sebuah perhentian bis satu-satunya di daerah itu. Di perhentian bis itu, Anda melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan bis:
* seorang nenek tua yang sekarat
* seorang dokter yang pernah menyelematkan hidup Anda sebelumnya
* seseorang yang selama ini menjadi idaman hati Anda dan akhirnya Anda
temukan.
Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk membonceng Anda. Siapakah yang akan Anda ajak? Dan, jelaskan jawaban Anda mengapa Anda melakukan itu!”
Sebelum Anda menjawab, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:
*Seharusnya Anda menolong nenek tua itu dulu karena dia sudah sekarat Jika tidak segera ditolong akan meninggal. Namun, kalau dipikir-pikir, orang yang sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup ke depannya masih panjang.
*Dokter itu pernah menyelamatkan hidup Anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya. api, kalau dipikir, kalau sekadar membalas budi bisa lain waktu kan? Namun, kita tidak pernah tahu kapan kita akan mendapatkan kesempatan itu lagi.
*Mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka. Jika kali ini Anda lewatkan, mungkin Anda tidak akan pernah ketemu dia lagi. Dan, impian Anda akan kandas selamanya. Jadi yang mana yang Anda pilih?
Dari sekitar 2000 orang pelamar, hanya 1 orang yang diterima bekerja di perusahaan tersebut. Orang tersebut tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat:
Continue reading
29
Aug
Posted by sabilbul in Uncategorized. Tagged: banyol, kamus. 2 Comments
Setelah entah berapa bulan (eh, cuma sebulanan deng, cuma berasa lamaaa banget~) blog ini ditelantarkan, akhirnya saya mem-post sesuatu juga. Hoho…
Beberapa vocab dari kamus ‘gila’ hasil belajar di LIA (Les Inggris Asal) :p
Just for fun yaa…
- Government bonds = Sanak familinya James Bond yang kerja di BUMN
- Teleconversation = Pembicaraan yang bertele-tele
- 4 wheel drive = Kendaraan beroda Empat
- Brain Storm = Geger Otak
- Duty Free = Pengangguran
Continue reading
12
Jul
Posted by sabilbul in Uncategorized. Tagged: harry potter, topi seleksi, kepribadian, asrama hogwarts. 3 Comments
Oh, you may not think I’m pretty
But don’t judge on what you see
I’ll eat myself if you can find a smarter hat than me
You can keep your bowlers black
Your top hats sleek and tall
For I’m the Hogwarts Sorting Hat
So try me on and I will tell you
Where you ought to be
You might belong in Gryffindor,
Where dwell the brave at heart
Their daring, nerve, and chivalry
Set Gryffindors apart.
You might belong in Hufflepuff,
Where they are just and loyal
Those patients Hufflepuffs are true
And unafraid of toil.
Or yet in wise old Ravenclaw,
If you’ve a steady mind
Where those of wit and learning
Will always find their kind.
Or perhaps in Slytherin,
You’ll make your real friends
Those cunning folk use any means
To achieve their ends.
So put me on! Don’t be afraid!
And don’t get in a flap!
You’re in safe hands
For I’m a Thinking Cap!
–Sorting Hat Song, Harry Potter and The Sorcerer’s/Philosopher’s Stone–

Sebagai pembuka, ini hanyalah tebakan dan analisku belaka. Aku tidak melakukan wawancara apapun dengan JK Rowling untuk mendapatkan bukti primer yang mendukung tulisan ini. Bukan tidak mau sebenarnya, hanya belum ada kesempatan.
Aku menduga, JK Rowling membangun empat asrama Hogwarts dalam imajinasinya berbasiskan empat tipa kepribadian: Sanguinis, Plegmatis, Melankolis, dan Koleris. Gryffindor yang sanguinis, Hufflepuff yang plegmatis, Ravenclaw yang melankolis, dan Slytherin yang koleris.
Continue reading
8
Jul
Posted by sabilbul in Uncategorized. Tagged: ga jelas, ga mood, tulis. Leave a Comment
Ah, saya kehilangan mood menulis. Ingin menulis tapi rasanya malas menulis. Ingin menulis tapi rasanya otak terlalu bebal hingga tidak tahu apa yang mau ditulis. Ingin menulis tapi begitu berhadapan dengan papan ketik rasanya kelu, hanya bisa terpaku. Ingin menulis tapi tiba-tiba keinginan itu hilang lagi.
Ah, saya kehilangan mood menulis. Kacau.
4
Jul
Posted by sabilbul in Uncategorized. Tagged: review, transjakarta, transjogja. Leave a Comment
Setelah beberapa tahun mengembara di belantara Jakarta bersama TransJakarta, beberapa hari di Jogja kemarin adalah perkenalanku dengan TransJogja.

Mengutip dari Wikipedia:
TransJogja adalah sebuah sistem transportasi bus cepat, murah dan ber-AC di seputar Kota Yogyakarta, Indonesia. TransJogja merupakan salah satu bagian dari program penerapan Bus Rapid Transit (BRT) yang dicanangkan Departemen Perhubungan. Sistem ini mulai dioperasikan pada awal bulan Maret 2008 oleh Dinas Perhubungan, Pemerintah Provinsi DIY. Motto pelayanannya adalah “Aman, Nyaman, Andal, Terjangkau, dan Ramah lingkungan”.
Meskipun mengadopsi sistem TransJakarta, ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Antara lain:
1. Harga Tiket. Harga tiket TransJogja Rp 3000,00, sedangkan TransJakarta Rp 3500,00.
Continue reading
24
Jun
Posted by sabilbul in Uncategorized. Tagged: bokek, hape, internet, kecanduan, sms. 4 Comments
Dari judulnya, sudah ketahuan jelas tulisan ini akan berisi apa, ya kan? Jadi, tak usah berpanjang-panjang.
Internetan lewat HP membuatku kecanduan! Internetan lewat HP membuatku bokek! Internetan lewat HP membuatku malas membalas SMS orang!
Oke, satu-satu.
Pertama: internetan lewat HP membuatku kecanduan!
Internetan lewat HP memang memiliki potensi yang sangat besar untuk membuat orang kecanduan. Internet lewat HP dapat diakses dari mana saja, kapan saja, tanpa perlu repot menyalakan komputer/laptop dan menyambung-nyambungkan kabel. Bahkan, internetan lewat HP bisa dilakukan sambil nongkrong menuntaskan hajat di kamar mandi! Untuk browsing dan mencari informasi juga aku sekarang lebih suka lewat HP, karena bisa langsung di-bookmark dan dilihat kapan pun tanpa harus di-print dulu.
Kedua: internetan lewat HP membuatku bokek!
Continue reading
8
Jun
Posted by sabilbul in Uncategorized. Tagged: cerita, sebal, sms. 1 Comment
Akhir-akhir ini, aku sering mengabaikan SMS dari beberapa nomor tertentu. Maaf saja, tapi aku sangat tidak suka SMS yang diakhiri dengan kata ‘bales’ dan sejenisnya. Apalagi kalau ditambah menjadi ‘bales kilat’, ‘bales ASAP’ dan sebagainya. Apalagi kalau misalnya tidak kubalas, lalu dia kirim lagi SMS yang sama, berkali-kali. Huh, itu menyebalkan, tahu.
Memangnya dia pikir kerjaanku hanya membalas SMS dia saja? Memangnya dia pikir aku selalu ada pulsa setiap saat? Atau kalaupun ada pulsa, memangnya dia pikir SMS dia –yang terkadang tidak penting itu– cukup berharga untuk dibalas secepatnya? Benar-benar menyebalkan.
Yeah, kalimat minta balasan itu sungguh membuatku kehilangan minat untuk membalas SMS-nya. Seharusnya ya sudah, tunggu saja dibalas, tidak usah ngotot seperti itu. Kalau memang itu penting sekali –bagi dia–, ada kan cara lain yang lebih cepat dan tak perlu repot minta balasan, namanya T E L E P O N.
Ah, kok aku jadi nyinyir begini. Maaf ya, habis sebal.